PRINSIP KERJA MESIN 4 TAK

 

PRINSIP KERJA MESIN 4 TAK

A. Pengertian Mesin 4 Tak

Mesin 4 tak adalah jenis mesin pembakaran dalam yang menyelesaikan satu siklus kerja melalui empat langkah piston.

Empat langkah tersebut adalah:

  1. Langkah hisap

  2. Langkah kompresi

  3. Langkah usaha

  4. Langkah buang

Untuk menyelesaikan satu siklus kerja, crankshaft (poros engkol) berputar sebanyak 2 kali atau 720°, sedangkan camshaft (poros nok) berputar 1 kali atau 360°.

Pada setiap langkah, piston bergerak antara:

  • TMA (Titik Mati Atas) → posisi piston paling atas.

  • TMB (Titik Mati Bawah) → posisi piston paling bawah.


B. Komponen Utama Mesin 4 Tak

Sebelum memahami cara kerja mesin 4 tak, kita perlu mengenal beberapa komponen utamanya.

1. Piston

Piston bergerak naik dan turun di dalam silinder.

Fungsi piston antara lain:

  • Menerima tekanan hasil pembakaran.

  • Menghisap udara atau campuran ke dalam silinder.

  • Memampatkan udara atau campuran.

  • Mendorong gas sisa pembakaran keluar.

2. Silinder

Silinder merupakan tempat piston bergerak naik dan turun serta tempat berlangsungnya proses pembakaran.

3. Connecting Rod

Connecting rod atau batang penghubung menghubungkan piston dengan crankshaft.

4. Crankshaft

Crankshaft mengubah gerakan naik-turun piston menjadi gerakan berputar.

5. Camshaft

Camshaft berfungsi mengatur waktu pembukaan dan penutupan katup IN dan EX.

6. Katup IN

Katup IN atau intake valve berfungsi mengatur masuknya udara atau campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder.

7. Katup EX

Katup EX atau exhaust valve berfungsi mengatur keluarnya gas sisa pembakaran dari dalam silinder.

8. Busi

Pada mesin bensin, busi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.

Pada mesin diesel, proses pembakaran terjadi karena bahan bakar disemprotkan ke udara bertekanan dan bertemperatur tinggi.


C. Prinsip Dasar Kerja Mesin 4 Tak

Prinsip kerja mesin 4 tak dapat dipahami dengan urutan:

HISAP → KOMPRESI → USAHA → BUANG

Setiap langkah membutuhkan satu kali gerakan piston dari TMA ke TMB atau dari TMB ke TMA.

Karena terdapat empat langkah, piston bergerak sebanyak empat kali untuk menyelesaikan satu siklus.


D. Langkah 1 – Hisap

Langkah pertama disebut langkah hisap.

Pada langkah ini piston bergerak dari TMA menuju TMB.

Katup IN dalam keadaan terbuka, sedangkan katup EX tertutup.

Posisi katup:

IN = Terbuka
EX = Tertutup

Ketika piston bergerak turun, volume di dalam silinder bertambah sehingga udara atau campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam silinder melalui saluran IN.

Urutan kerja:

Katup IN membuka → piston turun → udara/campuran masuk → piston mencapai TMB.

Setelah langkah hisap selesai, katup IN menutup.


E. Langkah 2 – Kompresi

Setelah piston mencapai TMB, piston bergerak kembali menuju TMA.

Pada langkah kompresi, kedua katup dalam keadaan tertutup.

Posisi katup:

IN = Tertutup
EX = Tertutup

Piston yang bergerak naik menyebabkan volume ruang bakar semakin kecil. Udara atau campuran udara dan bahan bakar kemudian dimampatkan atau dikompresi.

Pada mesin bensin, menjelang akhir langkah kompresi, busi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.

Pada mesin diesel, udara dikompresi hingga temperatur menjadi tinggi. Kemudian bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran.


F. Langkah 3 – Usaha

Langkah ketiga adalah langkah usaha.

Setelah campuran terbakar, tekanan hasil pembakaran menjadi sangat besar dan mendorong piston dari TMA menuju TMB.

Posisi katup:

IN = Tertutup
EX = Tertutup

Tekanan hasil pembakaran mendorong piston ke bawah.

Gerakan piston diteruskan melalui connecting rod ke crankshaft. Crankshaft kemudian berputar dan menghasilkan tenaga mekanis.

Inilah langkah yang menghasilkan tenaga utama mesin.

Urutan sederhana:

Pembakaran → tekanan meningkat → piston terdorong turun → crankshaft berputar.


G. Langkah 4 – Buang

Setelah piston mencapai TMB, piston kembali bergerak menuju TMA.

Pada langkah ini katup EX terbuka dan katup IN tertutup.

Posisi katup:

IN = Tertutup
EX = Terbuka

Piston bergerak naik dan mendorong gas sisa pembakaran keluar melalui katup EX menuju saluran exhaust.

Setelah piston mencapai TMA, katup EX menutup dan proses kembali ke langkah hisap.

Urutan sederhana:

Katup EX membuka → piston naik → gas sisa pembakaran keluar → katup EX menutup.


H. Tabel Prinsip Kerja Mesin 4 Tak

No.LangkahGerakan PistonKatup INKatup EXProses
1HisapTMA → TMBTerbukaTertutupUdara/campuran masuk
2KompresiTMB → TMATertutupTertutupUdara/campuran dimampatkan
3UsahaTMA → TMBTertutupTertutupPembakaran menghasilkan tenaga
4BuangTMB → TMATertutupTerbukaGas sisa pembakaran keluar

Cara mudah mengingat:

HISAP = masuk
KOMPRESI = ditekan
USAHA = menghasilkan tenaga
BUANG = gas keluar


I. Hubungan Gerakan Piston dan Crankshaft

Gerakan piston naik dan turun diubah menjadi gerakan berputar oleh crankshaft.

Dalam satu siklus mesin 4 tak:

Crankshaft berputar 2 kali = 720°

Sedangkan piston melakukan:

4 langkah kerja

yaitu:

TMA → TMB → TMA → TMB → TMA

Dengan demikian, setelah crankshaft berputar dua kali, piston kembali ke posisi awal dan satu siklus mesin telah selesai.


J. Hubungan Crankshaft dan Camshaft

Camshaft bertugas mengatur pembukaan dan penutupan katup.

Pada mesin 4 tak:

Crankshaft = 2 putaran
Camshaft = 1 putaran

Perbandingannya adalah:

2 : 1

Artinya, setiap crankshaft berputar dua kali, camshaft hanya berputar satu kali.

Hubungan antara keduanya diatur menggunakan:

  • Timing belt

  • Timing chain

  • Timing gear

Jika timing tidak tepat, maka pembukaan katup tidak sesuai dengan gerakan piston dan dapat menyebabkan mesin tidak bekerja dengan baik.


K. Diagram Sederhana Siklus Mesin 4 Tak

Secara sederhana, prinsip kerja mesin 4 tak dapat digambarkan sebagai berikut:

1. HISAP
Piston ↓
IN terbuka
Udara/campuran masuk

↓

2. KOMPRESI
Piston ↑
IN dan EX tertutup
Udara/campuran dimampatkan

↓

3. USAHA
Pembakaran terjadi
Piston ↓
IN dan EX tertutup
Tenaga dihasilkan

↓

4. BUANG
Piston ↑
EX terbuka
Gas sisa pembakaran keluar

↓

Kembali ke langkah HISAP


L. Mengapa Disebut Mesin 4 Tak?

Mesin tersebut disebut mesin 4 tak karena membutuhkan empat langkah piston untuk menyelesaikan satu siklus kerja.

Keempat langkah tersebut adalah:

  1. Tak 1 – Hisap

  2. Tak 2 – Kompresi

  3. Tak 3 – Usaha

  4. Tak 4 – Buang

Istilah "tak" berarti langkah atau gerakan piston.


M. Perbedaan Mesin 4 Tak Bensin dan Diesel

Prinsip dasar mesin 4 tak bensin dan diesel sama-sama terdiri dari empat langkah. Perbedaannya terutama terdapat pada proses pembentukan dan pembakaran campuran.

KeteranganMesin BensinMesin Diesel
Langkah hisapUdara/campuran masukUmumnya udara masuk
PengapianMenggunakan busiTidak menggunakan busi untuk pengapian utama
Bahan bakarBensinSolar/diesel
PembakaranDibantu percikan busiTerjadi karena temperatur udara hasil kompresi tinggi
Sistem bahan bakarInjeksi bensin/EFI atau sistem sesuai desainSistem injeksi diesel

N. Kelebihan Mesin 4 Tak

Beberapa kelebihan mesin 4 tak antara lain:

  • Konsumsi bahan bakar relatif lebih efisien.

  • Emisi gas buang dapat lebih rendah jika sistem bekerja dengan baik.

  • Tenaga yang dihasilkan stabil.

  • Suara dan getaran dapat lebih halus dibandingkan beberapa mesin 2 tak.

  • Cocok digunakan pada berbagai kendaraan dan mesin.


O. Gangguan yang Dapat Terjadi

Jika salah satu proses tidak berjalan dengan baik, performa mesin dapat terganggu.

Contohnya:

1. Sistem pemasukan bermasalah

Jika udara atau campuran tidak masuk dengan baik, tenaga mesin dapat berkurang.

2. Kompresi rendah

Jika piston, ring piston, atau katup mengalami masalah, tekanan kompresi dapat berkurang.

3. Pembakaran tidak sempurna

Pada mesin bensin, masalah pada busi atau sistem bahan bakar dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

4. Gas buang tidak lancar

Jika sistem exhaust tersumbat, gas sisa pembakaran sulit keluar dan kinerja mesin dapat menurun.

5. Timing tidak tepat

Kesalahan timing dapat menyebabkan pembukaan katup tidak sesuai dengan posisi piston.


P. Kesimpulan

Mesin 4 tak bekerja melalui empat langkah utama, yaitu:

HISAP → KOMPRESI → USAHA → BUANG

Pada langkah hisap, udara atau campuran masuk ke dalam silinder.

Pada langkah kompresi, udara atau campuran dimampatkan.

Pada langkah usaha, pembakaran menghasilkan tekanan yang mendorong piston dan menghasilkan tenaga.

Pada langkah buang, gas sisa pembakaran dikeluarkan dari silinder.

Satu siklus mesin 4 tak membutuhkan dua putaran crankshaft atau 720°, sedangkan camshaft berputar satu kali atau 360°.

Dengan memahami empat langkah tersebut, siswa dapat lebih mudah memahami cara kerja berbagai komponen mesin seperti piston, connecting rod, crankshaft, camshaft, katup IN, katup EX, busi, dan sistem bahan bakar.

Rumus mudah mengingat prinsip kerja mesin 4 tak:

HISAP = MASUK
KOMPRESI = TEKAN
USAHA = TENAGA
BUANG = KELUAR

Saiful Jihad
Saiful Jihad Pencinta olahraga

Tidak ada komentar untuk "PRINSIP KERJA MESIN 4 TAK"